Melakukan pendakian ke Gunung Rinjani akan melalui jalur pendakian yang sangat terjal apalagi sampai ke puncak, perubahan cuaca yang extrim serta suhu udara yang dingin terutama di malam hari. Untuk itu, tidak hanya fisik yang harus dipersiapkan melain peralatan dan perlengkapan mendaki serta kecukupan logistik harus benar-benar diperhatikan. Sebab tidak ada akses transportasi yang bisa melakukan evakuasi dengan cepat jika ada mengalami kelelahan di tengah--tengah perjalanan, tidak tersedia tempat penyewaan/membeli alat-alat dan bahan logistik di atas Gunung Rinjani.
Berikut adalah alat-alat perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan pendakian Gunung Rinjani:
» Tenda, kualitas standar tahan hujan dan angin kencang
» Sleeping bag, minimal untuk suhu 5 derajat
» Matras
» Lampu Senter
» Tongkat
» Pakaian seperlunya (Jaket hangat, celana panjang, celana pendek, kaos, jas hujan,
» Sepatu trekking
» Topi
» Kaca Mata
» Masker untuk Menghindari Debu
» Sun Block (Cream)
» Perlengkapan Masak dan Logistik secukup nya
» P3K
» Tissu Toilet
Pendaki diwajibkan menggunakan guide dan porter untuk keselamatan selama pendakian. Para porter dan guide bisa tersedia di Desa Sembalun dan Senaru.
Semua Paket Trekking Gunung Rinjani yang ditawarkan oleh DER Tour Asia keperluan peralatan dan perlengkapan pendakian seperti tenda, matras, sleeping bag, toilet tent, P3K, alat memasak, logistik selama pendakian, porter, guide dan transportasi. Semua perlengkapan yang kami sediakan dalam kondisi baru dan berkualitas tinggi merek Lafuma dan Eiger. Guide dan porter yang berpengalaman dan ramah akan selalu setia menemani Anda selama pendakian di Gunung Rinjani. Mereka juga termasuk koki handal yang akan memasak dan menyajikan menu makanan terbaik untuk Anda.
Adapun perlengkapan pribadi yang harus dipersiapkan oleh para pendaki sendiri adalah:
» Lampu senter
» Tisu toilet
» Sun block/lotion
» Topi, kaca mata
» Kamera, Handicam
» Handuk kecil
» Kaos 2 - 3 lembar
» Celana Panjang untuk trekking
» Jaket hangat
» Celana Pendek 2 lembar
» Tongkat
» Tas trekking
Perlengkapan tersebut seyogyanya dikemas sedemikian rupa agar tidak lebih dari 5 Kg karena akan bawa sendiri oleh peserta.
PENDAKIAN :
Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pecinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20 derajat Celcius; terendah 0 derajat Celcius di Puncak Rinjani. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua pintu masuk terdekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani). Kedua pintu masuk tersebut yaitu Desa Senaru (600m dpl) dan Desa Sembalun Lawang (1156m dpl) merupakan pintu masuk resmi yang dikelola langsung oleh Taman Nasional Gunung Rinjani. Desa Senaru terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara berada di bawah kaki Gunung Rinjani dengan ketinggian 601m dpl. Sedangkan Desa Sembalun Lawang terletak kaki Gunung Rinjani bagian timur merupakan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.
Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di Senaru, karena bisa menghemat 700 m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan untuk berendam di kolam air panas dan mancing.
Di kedua pintu masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, yaitu Pintu Senaru dan Sembalun Lawang terdapat fasilitas akomodasi untuk para pendaki sebelum melakukan pendakian, harga bervariasi mulai dari Rp 500.000 sampai dengan di atas 700.000 ribu rupiah per malam.