Desa Adat Sade merupakan salah satu desa tradisional suku Sasak yang terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa ini berada satu wilayah dengan Desa Rembitan dan berlokasi tepat di samping Jalan Raya Praya–Kuta, sehingga mudah diakses oleh wisatawan.
Desa Sade menjadi salah satu destinasi budaya yang paling terkenal di Lombok karena masyarakatnya masih mempertahankan adat istiadat dan tradisi leluhur dalam kehidupan sehari-hari. Adat dan budaya suku Sasak yang telah berlangsung selama kurang lebih 1.500 tahun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Saat memasuki kawasan desa, pengunjung akan disambut deretan rumah adat dengan atap yang terbuat dari alang-alang dan anyaman bambu yang berdiri kokoh di tengah suasana pedesaan yang masih sangat tradisional. Desa Sade memiliki luas sekitar 5,5 hektar dengan kurang lebih 150 rumah yang dihuni oleh masyarakat suku Sasak. Kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai adat menjadikan desa ini sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Sasak di Lombok.
Keunikan dan Daya Tarik
Rumah Adat Sasak
Rumah tradisional khas Sasak memiliki arsitektur yang unik dengan bahan utama bambu, kayu, dan alang-alang. Salah satu keunikannya adalah lantai rumah yang dilapisi menggunakan campuran tanah liat dan kotoran kerbau yang dipercaya dapat menjaga kebersihan lantai serta mengusir serangga.
Kain Tenun Tradisional
Desa Sade dikenal sebagai salah satu pusat penghasil kain tenun khas Sasak. Para perempuan di desa ini masih menenun secara tradisional dengan berbagai motif yang memiliki filosofi dan makna budaya yang mendalam.
Tradisi dan Budaya Sasak
Masyarakat Desa Sade masih menjalankan berbagai tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun, seperti upacara pernikahan adat, ritual keagamaan, serta pertunjukan seni dan musik tradisional Sasak.
Pagelaran Atraksi Peresean
Wisatawan dapat menyaksikan Peresean, yaitu seni pertarungan tradisional suku Sasak yang menggunakan rotan sebagai senjata dan perisai kulit sebagai pelindung. Atraksi ini menjadi salah satu ikon budaya Lombok yang menarik untuk disaksikan.
Fasilitas dan Akomodasi
Area parkir yang luas dan dapat menampung kendaraan roda dua maupun roda empat.
Warga lokal yang siap membantu dan memberikan informasi sebagai pemandu wisata.
Mushola kecil dengan fasilitas standar untuk beribadah.
Toko oleh-oleh yang menjual berbagai kerajinan khas Sasak, seperti kain tenun, ukiran kayu, dan perhiasan perak.
Tersedia guest house dan homestay di sekitar kawasan desa dengan harga mulai dari Rp150.000 per malam.
Biaya dan Jam Operasional
Tidak dikenakan biaya tiket masuk, namun pengunjung biasanya memberikan donasi secara sukarela.
Buka setiap hari mulai pukul 08.00 WITA hingga 19.00 WITA.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hingga sore hari saat aktivitas masyarakat berlangsung dan suasana desa masih nyaman untuk dijelajahi.
Tips Berkunjung
Kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk berkeliling kawasan desa.
Siapkan uang tunai secukupnya karena beberapa transaksi masih dilakukan secara tunai.
Hormati adat istiadat serta tradisi masyarakat setempat selama berkunjung.
Mintalah izin terlebih dahulu sebelum mengambil foto warga atau aktivitas masyarakat.
Selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa agar budaya dan tradisi yang ada tetap terjaga dengan baik.
Layanan Transport
Butuh Layanan Antar Jemput Bandara / Pelabuhan?
Nikmati perjalanan yang lebih nyaman dengan layanan transport profesional untuk airport transfer maupun pelabuhan.